Feature Label 1

Feature Label 2

Feature Label 3

2nd Feature Label

What's Latest and Fresh in?
lampuhiaskamar Memberikan Informasi Seputar Lampu Hias Kamar

Selasa, 28 Juli 2020

Masjid Baitussalam oleh - lampuhiaskamar.xyz

Halo sahabat selamat datang di website lampuhiaskamar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masjid Baitussalam oleh - lampuhiaskamar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masjid Baitussalam menjadi wadah pembinaan insan, pengembangan masyarakat dan pembangunan peradapan Islami di lingkungan Komplek Perumahan Billymoon dan sekitarnya.

Semula dibangun diatas tanah fasum seluas 324 m2 pada tanggal 10 Maret 1980. Pada tanggal 28 Juli 1997 PT. Billy % Moon Real Estate sebagai pemilik tanah Fasum tersebut menyerahkan kepada Walikota Jakarta Timur seluas 4.820 m2. Pada tahun 1998 Gubernur mengeluarkan izin mendirikan bangunan Masjid Baitussalam yang terletak di Jl.Kelapa Hijau II Rt.005/010 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

Dengan motto bersatu dalam aqidah bersama dalam ibadah, Masjid Baitussalam berhasil menjadi wakil dari Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu Finalis Masjid Percontohan Tingkat Nasional Tahun 2015. Rayasa Art

Kubah Masjid Dom Makara dan Mahkota

Pintu Masjid Nabawi

Lampu Gantung Masjid

Lampu Taman

Lampu Kolom

Mihrab dan Mimbar Masjid

Pintu Masjid

Railing Masjid

Railing Alumunium

Kaligrafi

Ornamen Masjid

Krawangan

Kerajinan Alumunium

Krawangan Alumunium

Ornamen Alumunium

 

Itulah tadi informasi dari daftar judi online mengenai Masjid Baitussalam oleh - lampuhiaskamar.xyz dan sekianlah artikel dari kami lampuhiaskamar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 26 Juli 2020

Masjid Al Muhibbin Palangkaraya oleh - lampuhiaskamar.xyz

Halo sahabat selamat datang di website lampuhiaskamar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masjid Al Muhibbin Palangkaraya oleh - lampuhiaskamar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masjid Al Muhibbin Palangkaraya

Rayasa Art

Pintu Masjid Nabawi

Kubah Masjid

Lampu Gantung Masjid

Lampu Taman

Lampu Kolom

Mihrab dan Mimbar Masjid

Pintu Masjid

Railing Masjid

Railing Alumunium

Kaligrafi

Ornamen Masjid

Krawangan

Kerajinan Alumunium

Krawangan Alumunium

Ornamen Alumunium

Masjid Al Muhibbin Palangkaraya

Itulah tadi informasi dari poker pulsa mengenai Masjid Al Muhibbin Palangkaraya oleh - lampuhiaskamar.xyz dan sekianlah artikel dari kami lampuhiaskamar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sabtu, 25 Juli 2020

Masjid At Taawun oleh - lampuhiaskamar.xyz

Halo sahabat selamat datang di website lampuhiaskamar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masjid At Taawun oleh - lampuhiaskamar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masjid At Taawun  â€" Berawal dari kebutuhan sarana ibadah untuk para tenaga kerja Perkebunan Teh milik PT. Gunung Mas yang dikelola PTPN Nusantara VIII, dibangunlah sebuah masjid kecil dan sederhana di lokasi yang dipandang strategis. Tepatnya di pinggir Jalan Raya Puncak, sekitar km 88,5 dari Ibukota Jakarta di Blok/Kampung Naringgul Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor.

Masjid yang didirikan di wilayah  Perkebunan Teh peninggalan penjajah Belanda ini dinamakan  Masjid Al-Muttaqien milik PT. GUNUNG MAS dan Pengelolaannya dilakukan secara swadaya oleh para sesepuh tenaga kerja Perkebunan Teh yang berdomisili dekat dengan lokasi Masjid Al-Muttaqien.

Pada dasawarsa tahun 1990-an, Masjid Al-Muttaqien yang mungil itu ternyata semakin banyak dikunjungi jamaah, baik untuk kegiatan shalat fardhu maupun shalat jum’at. Jamaah masjid yang semakin bertambah bukan hanya dari jamaah yang berasal dari masyarakat sekitar, tetapi juga para jamaah luar kota yang melewati Jalan Raya Puncak yang menjadi poros transportasi Bandung, Cianjur, Bogor, dan Jakarta.

Para jamaah, terlebih ketika mendirikan shalat jum’at, terpaksa berdesak-desakan melaksanakan ibadah karena tidak lagi bisa tertampung oleh kapasitas masjid yang sangat terbatas. H.R. Nuriana, Gubernur Jawa Barat dua periode (1993-1998 dan 1998-2003), yang dikenal sebagai sosok pribadi yang selalu mendengar jerit keprihatinan umat ini akhirnya tergerak hati untuk membangun sebuah Monumen Kebersamaan (Gotong Royong Plus) dalam bentuk masjid yang lebih layak dan refresentatif.

Ketergugahan figur jenderal bintang dua yang berjiwa santri dan tokoh teladan yang sarat dengan gagasan pembangunan Islam ini, berawal dari keinginan beliu untuk mengabadikan gagasan rereongan sarupi yang sukses dikelola saat itu di Jawa Barat dalam bentuk monumen kebersamaan/gotongroyong yang tidak hanya merupakan nilai luhur islami tetapi juga sekaligus merupakan nilai kepribadian warisan leluhur bangsa Indonesia yang telah terkristalisasi dalam falsafah dan dasar Negara R.I.  yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Gagasan dan alur pikir H. R. Nuriana yang kebetulan sering menempuh perjalanan lewat jalur puncak tertarik melihat posisi strategis dan keindahan alam sekitar puncak, semakin memperkokoh keinginan kuat untuk membangun monumen Rereongan Sarupi dikawasan tersebut  yang sekarang ini dikenal dengan Masjid At â€" Ta’awun. Rayasa Art

Pintu Masjid Nabawi

Kubah Masjid

Lampu Gantung Masjid

Lampu Taman

Lampu Kolom

Mihrab dan Mimbar Masjid

Pintu Masjid

Relling Masjid

Railing Alumunium

Kaligrafi

Ornamen Masjid

Krawangan

Kerajinan Alumunium

Krawangan Alumunium

Ornamen Alumunium

 

Itulah tadi informasi dari agen poker online mengenai Masjid At Taawun oleh - lampuhiaskamar.xyz dan sekianlah artikel dari kami lampuhiaskamar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 19 Juli 2020

Masjid Harakatul Jannah Gadog oleh - lampuhiaskamar.xyz

Halo sahabat selamat datang di website lampuhiaskamar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masjid Harakatul Jannah Gadog oleh - lampuhiaskamar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masjid Harakatul Jannah, Tongkrongannya yg mirip Masjid Taj Mahal di Agra India, menjadikan masjid ini juga dijuluki “Taj Mahal Indonesia”. Masjid ini berada di lokasi sangat strategis, posisinya berada di pertigaan Gadog atau berada di simpangan traffic light setelah keluar pintu tol Jagorawi arah puncak. Di samping jalan itulah sebuah masjid yang mengandung makna gerakan surga berdiri kokoh dan megah.

Keindahan masjid ini akan langsung terlihat ketika berada di Jalan Raya Gadog. Sebuah kubah berukuran besar menyerupai bangunan kubah Taj Mahal di India begitu mencolok pandangan. Kubah besar itu berada di sisi bagian tengah bangunan masjid, kubah ini menjadi kubah utama. Bentuknya menyerupai bawang dengan sisi bawahnya berbentuk silinder. Selain kubah utama tadi, masjid ini memiliki enam kubah yang berukuran lebih kecil, semua kubah itu terbuat dari bahan tembaga. Untuk menampilkan keindahan, pada bagian luar kubah ini dihiasi ornamen-ornamen bintang bersegi delapan yang dihadirkan dalam bentuk emboss (menonjol). Sementara untuk tutupan kubahnya, berbentuk bunga teratai dengan tiang yang memiliki pucuk bulan sabit.

Model pucuk kubah semacam ini cukup banyak ditemukan di sejumlah masjid di negeri ini. Jika membuka lembaran sejarah maka desain kubah masjid semacam itu terinspirasi modelnya dari masa kejayaan Turki Usmani. Motif anyaman di lantai pun mengandung makna sebuah persaudaraan. Pesan yang dihadirkan di sini adalah ikatan ukhuwah Islamiyah. Sedangkan bentuk segi delapan menggambarkan lambang hukum Islam, Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan jihad fisabilillah. Rayasa Art

Kubah Masjid Dom Makara dan Mahkota

Lampu Gantung Masjid

Lampu Taman

Lampu Kolom

Mihrab dan Mimbar Masjid

Pintu Masjid Nabawi

Ralling Masjid

Railing Alumunium

Kaligrafi

Ornamen Masjid

Krawangan

Kerajinan Alumunium

Krawangan Alumunium

Ornamen Alumunium

 

Itulah tadi informasi dari agen idn poker mengenai Masjid Harakatul Jannah Gadog oleh - lampuhiaskamar.xyz dan sekianlah artikel dari kami lampuhiaskamar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Selasa, 14 Juli 2020

Masjid Islamic Center Jakarta oleh - lampuhiaskamar.xyz

Halo sahabat selamat datang di website lampuhiaskamar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masjid Islamic Center Jakarta oleh - lampuhiaskamar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masjid Islamic Center / Jakarta Islamic Centre (JIC) adalah sebuah lembaga pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta. JIC menempati lahan bekas kawasan pelacuran terbesar di Jakarta, yaitu lokalisasi Kramat Tunggak.

Kramat Tunggak adalah nama lokalisasi yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Melalui SK Gubernur DKI Jakarta No. Ca 7/I/13/1970 tanggal 27 April 1970, Kramat Tunggak menjadi tempat pelacuran. Pertimbangan Gubernur waktu itu, agar para wanita malam itu tidak merajalela dimana-mana dan terisolir dari lingkungan masyarakat.  Menurut catatan, di awal tahun pembukaannya pada 1970-an terdapat kurang lebih 300 PSK dengan 76 mucikari. Jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya.

Tapi akhirnya, saat lokalisasi akan ditutup, jumlah PSK sudah 1.615 yang dikendalikan oleh 258 mucikari. Tentu saja dengan jumlah yang semakin banyak itu menimbulkan masalah baru pada masyarakat sekitar. Desakan penutupan lokalisasi pun mengalir dari para ulama dan masyarakat.

Apalagi di lokasi tersebut merupakan tempat tinggal bagi masyarakat suku Betawi asli Jakarta. Seperti kita ketahui, kaum Betawi selalu identik dengan komunitas Islam yang terbuka, toleran, bersemangat dan sangat mencintai Islam sebagai identitas utama kebudayaan mereka. Tuntutan penutupan semakin besar. Lalu, guna memperkuat tuntutan ini, beberapa kalangan melakukan sebuah penelitian tentang sejauh mana penolakan masyarakat mengenai keberadaan Kramat Tunggak ini. Hal demikian supaya datanya lebih lengkap. Penelitian tersebut dilakukan oleh Dinas Sosial bekerja sama dengan Universitas Indonesia.

Hasil dari penelitian tersebut, akhirnya pada tahun 1998, keluarlah SK Gubernur KDKI Jakarta No.495 tahun 1998 tentang penutupan lokalisasi selambat-lambatnya akhir Desember 1999. Pada tanggal 31 Desember 1999, Lokres Kramat tunggak resmi ditutup melalui SK Gubernur KDKI Jakarta No. 6485 tahun 1998. Kemudian, Pemprov DKI membebaskan lahan eks lokres tersebut. Banyak ide dan gagasan baru muncul setelah lahan itu dibebaskan. Beragam usulan ini seperti pembangunan pusat perdagangan (mall), perkantoran dan lain sebagainya. Namun Gubernur DKI Jakarta saat itu, H. Sutiyoso memiliki ide berbeda. Gagasan itu adalah membangun Islamic Center. Sebuah ide yang cemerlang yang menyatukan kelompok-kelompok lain yang awalnya berbeda-beda.

Pada tahun 2001, Gubernur Sutiyoso melakukan sebuah Forum Curah Gagasan dengan seluruh elemen masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dukungan masyarakat terhadap sebuah perubahan yang telah dicanangkan. Ternyata 24 Mei 2001 dukungan itu semakin menguat.

Gagasan untuk membangun Jakarta Islamic Centre (JIC) dikemukakan Sutiyoso kepada Prof. Azyumardi Azra (saat itu sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah) di New York. Ternyata responnya sangat positif di sela-sela kunjungannya ke PBB pada tanggal 11 sampai 18 April 2001 lalu itu. Sutiyoso juga terus menerus konsultasi dengan masyarakat, ulama, praktisi baik skala lokal maupun regional bahkan international. Akhirnya sebuah master plan pembangunan JIC pada tahun 2002 pun diwujudkan. Kemudian dalam rangka memperkuat ide dan gagasan pembangunan JIC, pada Agustus 2002 dilakukan Studi Komparasi ke Islamic Centre di Mesir, Iran, Inggris dan Perancis.

Masjid ini digunakan pertama kali untuk shalat Jumat pada tanggal 6 September 2002. Sementara peresmian masjid Islamic Center sendiri dilaksanakan pada 4 September 2003 oleh Gubernur DKI Sutyoso.

Bangunan Masjid yang mewah nan megah ini menampilkan citra Islam positif. Pancaran nilai-nilai keimanan dan ketakwaan begitu menyejukkan nurani. Masjid yang dirancang oleh arsitek Ir. Muhammad Nu’man ini sangat indah. Berdiri diatas lahan seluas 109.435 m2, Masjid ini difasilitasi secara total oleh Pemda DKI Jakarta. Selain berfungsi sebagai tempat peribadatan, JIC juga berfungsi sebagai pendidikan dan perekonomian.

Halamannya luas. Lengkap dengan air mancur utama yang terletak di pintu kedua JIC. Di dalamnya dilengkapi dengan sebuah perpustakaan yang sangat nyaman dengan koleksi berbagai macam referensi buku-buku Islam yang cukup lengkap. Tidak hanya itu, JIC juga dilengkapi dengan siaran Radio JIC.

Masjid bergaya campran Turki dan Timur Tengah ini ini diresmikan pada tanggal 4 Maret 2003 dimasa pemerintahan Gubernur Sutiyoso. Luas bangunan masjidnya saja mencapai 2200 meter dapat menampung 20.680 jemaah sekaligus

Bentuk bangunannya merupakan manifestasi dari sifat-sifat keperkasaan (Al-Jabbaru), Kemegahan (Al-Mutakabbiru), sekaligus kelembutan dan keindahan (Al-Lathief). Hal ini diharapkan dapat menghapus stigma lama lokasi sebelumnya. Arsitekturnya kaya aka nuasa Betawi yang identik dengan nuansa Islam dan memiliki menara tinggi 114 meter yang mengandung arti jumlah surat dalam Alquran.

Jakarta Islamic Centre membuat perubahan yang signifikan dan mempengaruhi lingkungan sekitar. Ini sesuai dengan keinginginan warga yang menginginkan hidup dengan lingkungan yang aman dan nyaman. Beberapa warga di sekitar lokasi sangat bersyukur dengan perubahan yang terjadi di lokasi ini. Kehadiran JIC tidak sekadar hanya sebuah masjid saja. Namun, JIC ini menjadi salah satu simpul pusat peradaban Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Simbol kebangkitan Islam di Asia dan Dunia. Semoga cerita di balik JIC ini dapat mengilhami tempat-tempat hitam yang lainnya agar berubah haluan menjadi tempat suci untuk melakukan ibadah wajib bagi pemeluk Islam lainnya. Rayasa Art

Kubah Masjid Dom Makara dan Mahkota

Lampu Gantung Masjid

Lampu Taman

Lampu Kolom

Mihrab dan Mimbar Masjid

Pintu masjid

Railing Masjid

Railing Alumunium

Kaligrafi

Ornamen Masjid

Krawangan

Pintu Masjid Nabawi

Kerajinan Alumunium

Krawangan Alumunium

Ornamen Alumunium

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Masjid Islamic Center Jakarta oleh - lampuhiaskamar.xyz dan sekianlah artikel dari kami lampuhiaskamar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sabtu, 27 Juni 2020

Gedung Pascasarjana IAIN Palangkaraya oleh - lampuhiaskamar.xyz

Halo sahabat selamat datang di website lampuhiaskamar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Gedung Pascasarjana IAIN Palangkaraya oleh - lampuhiaskamar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sejarah awal IAIN Palangka Raya dimulai dari sebuah lembaga bernama Fakultas Tarbiyah Al-Jami’ah Palangka Raya yang diresmikan Rektor IAIN Antasari Banjarmasin, H. Mastur Jahri, MA pada tahun 1972. Fakultas ini didirikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga guru Agama Islam di Kalimantan Tengah. Pada tanggal 13 Nopember 1975 Fakultas ini memperoleh status terdaftar berdasarkan surat keputusan Dirjen Binbaga Islam Depag RI Nomor: Kep/D.V218/1975

Pada periode 1975â€"1980, Fakultas Tarbiyah Al-Jami’ah Palangka Raya belum mengalami kemajuan yang berarti. Ketika itu jumlah mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi hanya 6 orang pada jenjang sarjana muda. Kemudian pada tahun 1985, Fakultas Tarbiyah Al-Jami’ah Palangka Raya bergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (BKS-PTAIS) se-Indonesia. Berdasarkan surat BKS-PTAIS dengan Nomor: 008/104/0/BKS-PTAIS/1985 tertanggal 19 Januari 1985 Fakultas Tarbiyah Al-Jami’ah Palangka Raya secara resmi diterima menjadi anggota Kopertis IV Surabaya.

Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 9 tahun 1988 dan Keputusan Menteri Agama RI tertanggal 9 Juli 1988, Fakultas Tarbiyah Al-Jami’ah Palangka Raya menjadi Fakultas Tarbiyah Negeri yang merupakan bagian dari Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin. Kemudian untuk lebih mengembangkan lembaga pendidikan Islam ini, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1997 serta Keputusan Menteri Agama RI Nomor 301 tahun 1997, Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Palangka Raya berubah status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN ) Palangka Raya. Perubahan status tersebut memberikan peluang lembaga  untuk menerapkan manajemen sendiri, mengembangkan kelembagaan, jurusan dan program studi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Perubahan menjadi IAIN Palangka Raya ditandai dengan penandatanganan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 144 Tahun 2014 tentang Perubahan Status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN ) Palangka Raya menjadi Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) pada Jumat, 17 Oktober 2014 atau 3 hari sebelum peralihan kekuasaan, 20 Oktober 2014 kepada Presiden baru terpilih, Joko Widodo.

Rayasa Art

Pintu Masjid Nabawi

Kubah Masjid

Lampu Gantung Masjid

Lampu Taman

Lampu Kolom

Mihrab dan Mimbar Masjid

Pintu Masjid

Railing Masjid

Railing Alumunium

Kaligrafi

Ornamen Masjid

Krawangan

Masjid Al Muhibbin Palangkaraya

Kerajinan Alumunium

Krawangan Alumunium

Ornamen Alumunium

 

Itulah tadi informasi mengenai Gedung Pascasarjana IAIN Palangkaraya oleh - lampuhiaskamar.xyz dan sekianlah artikel dari kami lampuhiaskamar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 lampuhiaskamar Memberikan Informasi Seputar Lampu Hias Kamar. All rights resevered. Powered By Blogger