Sabtu, 25 Juli 2020

Masjid At Taawun oleh - lampuhiaskamar.xyz

Halo sahabat selamat datang di website lampuhiaskamar.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masjid At Taawun oleh - lampuhiaskamar.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masjid At Taawun  â€" Berawal dari kebutuhan sarana ibadah untuk para tenaga kerja Perkebunan Teh milik PT. Gunung Mas yang dikelola PTPN Nusantara VIII, dibangunlah sebuah masjid kecil dan sederhana di lokasi yang dipandang strategis. Tepatnya di pinggir Jalan Raya Puncak, sekitar km 88,5 dari Ibukota Jakarta di Blok/Kampung Naringgul Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor.

Masjid yang didirikan di wilayah  Perkebunan Teh peninggalan penjajah Belanda ini dinamakan  Masjid Al-Muttaqien milik PT. GUNUNG MAS dan Pengelolaannya dilakukan secara swadaya oleh para sesepuh tenaga kerja Perkebunan Teh yang berdomisili dekat dengan lokasi Masjid Al-Muttaqien.

Pada dasawarsa tahun 1990-an, Masjid Al-Muttaqien yang mungil itu ternyata semakin banyak dikunjungi jamaah, baik untuk kegiatan shalat fardhu maupun shalat jum’at. Jamaah masjid yang semakin bertambah bukan hanya dari jamaah yang berasal dari masyarakat sekitar, tetapi juga para jamaah luar kota yang melewati Jalan Raya Puncak yang menjadi poros transportasi Bandung, Cianjur, Bogor, dan Jakarta.

Para jamaah, terlebih ketika mendirikan shalat jum’at, terpaksa berdesak-desakan melaksanakan ibadah karena tidak lagi bisa tertampung oleh kapasitas masjid yang sangat terbatas. H.R. Nuriana, Gubernur Jawa Barat dua periode (1993-1998 dan 1998-2003), yang dikenal sebagai sosok pribadi yang selalu mendengar jerit keprihatinan umat ini akhirnya tergerak hati untuk membangun sebuah Monumen Kebersamaan (Gotong Royong Plus) dalam bentuk masjid yang lebih layak dan refresentatif.

Ketergugahan figur jenderal bintang dua yang berjiwa santri dan tokoh teladan yang sarat dengan gagasan pembangunan Islam ini, berawal dari keinginan beliu untuk mengabadikan gagasan rereongan sarupi yang sukses dikelola saat itu di Jawa Barat dalam bentuk monumen kebersamaan/gotongroyong yang tidak hanya merupakan nilai luhur islami tetapi juga sekaligus merupakan nilai kepribadian warisan leluhur bangsa Indonesia yang telah terkristalisasi dalam falsafah dan dasar Negara R.I.  yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Gagasan dan alur pikir H. R. Nuriana yang kebetulan sering menempuh perjalanan lewat jalur puncak tertarik melihat posisi strategis dan keindahan alam sekitar puncak, semakin memperkokoh keinginan kuat untuk membangun monumen Rereongan Sarupi dikawasan tersebut  yang sekarang ini dikenal dengan Masjid At â€" Ta’awun. Rayasa Art

Pintu Masjid Nabawi

Kubah Masjid

Lampu Gantung Masjid

Lampu Taman

Lampu Kolom

Mihrab dan Mimbar Masjid

Pintu Masjid

Relling Masjid

Railing Alumunium

Kaligrafi

Ornamen Masjid

Krawangan

Kerajinan Alumunium

Krawangan Alumunium

Ornamen Alumunium

 

Itulah tadi informasi dari agen poker online mengenai Masjid At Taawun oleh - lampuhiaskamar.xyz dan sekianlah artikel dari kami lampuhiaskamar.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2017 lampuhiaskamar Memberikan Informasi Seputar Lampu Hias Kamar. All rights resevered. Powered By Blogger